Pengertian, Macam, dan Jenis

Setiap komunitas memiliki budaya, nilai, prinsip, dan moral yang berbeda-beda, namun terdapat perasaan yang sama bagaimana harus memperlakukan sesama manusia yang lain. Hak asasi manusia adalah hak yang melekat pada diri setiap manusia sejak dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun. Pelaksanaan hak asasi manusia ini tentu tanpa membeda-bedakan status, golongan, keturunan, jabatan, dan sebagainya.

Secara umum, terdapat kesepakatan global bahwa manusia memiliki tiga jenis hak asasi. Pertama, hak sipil yang mencakup kebebasan personal seperti kebebasan berbicara, beragama, dan berpendapat, kebebasan dalam kepemilikan barang, hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum. Kedua, hak politik yang mencakup hak untuk memilih, menyuarakan opini politik, dan untuk berpartisipasi dalam proses pemilu. Ketiga, hak sosial yang mencakup hak untuk mendapatkan perlindungan dari kekerasan, hak untuk mendapatkan fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Sejarah dan Perkembangan

Sejarah hak asasi manusia berawal dari Magna Charta di Inggris pada tahun 1215. Magna Charta merupakan cikal bakal kebebasan warga negara Inggris yang berupa kompromi pembagian kekuasaan antara Raja John dan bangsawannya (Davidson, 1994). Langkah penting selanjutnya adalah keputusan Raja Charles I Inggris dalam “Petition of Rights” pada tahun 1628 sebagai garansi terhadap hak habeas corpus, yaitu hak seseorang untuk dibawa sebelum pengadilan untuk menentukan apakah dia bisa dibebaskan.

Teori tentang hak-hak alami manusia muncul seiring dengan terjadinya revolusi di berbagai negara dalam waktu yang berbeda, yaitu Revolusi Inggris (1688) yang memunculkan “Bill of Rights”, Revolusi Amerika (1776) dengan “Rights of Man” sebagai awal deklarasi kemerdekaan Amerika, dan Revolusi Prancis (1789) dengan Deklarasi Hak Manusia dan Warganegara. Revolusi-revolusi tersebut menekankan bahwa kebebasan individu adalah natural dan pemerintah tidak bisa membatasinya.

Hak asasi manusia mengalami perkembangan dalam bidang hukum internasional berawal ketika abad ke-18 dan 19 di Eropa, terutama dari Traktat Perdamaian Paris (1814) antara Inggris dan Prancis. Kemudian pembentukan International Committee of the Red Cross atau ICRC (1863) diikuti dengan Konvensi Genewa I (1864) untuk melindungi tawanan perang, mengatur cara-cara perang dan perlindungan terhadap masyarakat sipil yang tidak terlibat dalam perang (noncombatan). Pada abad ke-20, melalui Traktat Versailles (1919) dibentuklah International Labor Organization atau ILO yang fokus kepada upaya keadilan sosial dan kepedulian atas standar perlakuan terhadap kaum buruh. Lebih lanjut, Liga Bangsa-Bangsa menggencarkan upaya untuk menghapuskan perbudakan melalui Konvensi untuk Melenyapkan Perbudakan dan Perdagangan Budak (1926). Globalisasi isu hak asasi manusia ditandai dengan adanya Universal Declaration on Human Rights (UDHR) pada tahun 1948, kemudian International Covenant on Civil and Political Rights (hak-hak sipil dan politik) dan International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights (hak-hak ekonomi, sosial dan budaya) pada tahun 1966, serta beberapa konvensi seperti CEDAW, CAT, CRC, CERD, dan CMW.

Hak Asasi Manusia dan Globalisasi

Hak asasi manusia adalah komponen yang integral dari kekuatan politik, ekonomi, dan budaya dalam globalisasi. Perlindungan hak asasi manusia tidak lagi dipandang sebagai isu nasional, tapi juga lingkup global. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap ekspansi dan komitmen dalam agenda-agenda global hak asasi manusia yaitu:

  • Pembentukan institusi global yang peduli terhadap perlindungan hak asasi manusia
  • Semakin diterimanya hak interdependen dan indivisibility, di mana pelanggaran hak asasi dalam suatu negara akan berimplikasi terhadap orang di negara lain
  • Penekanan terhadap penegakan demokrasi yang dianggap penting untuk mewujudkan perdamaian internasional
  • Pandangan bahwa kepedulian terhadap hak asasi manusia difasilitasi oleh perkembangan ekonomi yang berbasis pasar
  • Efektivitas aktor nonnegara

Konsep hak asasi manusia secara signifikan semakin dikuatkan dengan kemunculan NGO multilateral yang peduli terhadap penegakan hak asasi manusia. Contohnya adalah Amnesty International, Human Rights Watch, dan institusi internasional yang berbasis pada hak asasi manusia seperti International Criminal Court dan United States Commission on Human Right.

Peran institusi dan NGO dalam penegakan hak asasi manusia tidak dapat dipungkiri justru lebih signifikan dibandingkan peran negara, misalnya Human Rights Watch (HRW). HRW adalah organisasi hak asasi manusia nonpemerintahan yang nonprofit. HRW memiliki staf sebanyak lebih dari 275 di seluruh dunia yang mereka sebut sebagai defender yang memiliki keahlian di bidang masing-masing seperti pengacara, jurnalis, akademisi dari berbagai studi dan kebangsaan. HRW, yang didirikan pada tahun 1978, terkenal dengan penemuan fakta yang akurat, laporan yang nonparsial, penggunaan efektif terhadap media, dan memiliki target advokasi. Setiap tahunnya, HRW mempublikasikan lebih dari 100 laporan tentang kondisi hak asasi manusia di berbagai negara. HRW mengadakan pertemuan dengan pemerintah negara yang bersangkutan, PBB, kelompok regional seperti Uni Afrika atau Uni Eropa, institusi finansial, dan perusahaan untuk menekan agar terjadi perubahan kebijakan yang membantu penegakan hak asasi manusia dan keadilan di seluruh dunia.

Referensi

Chapter 3. Human Rights.

Pengertian, Macam dan Jenis Hak Asasi Manusia (HAM yang berlaku umum global). <http://organisasi.org/pengertian_macam_dan_jenis_hak_asasi_manusia_ham_yang_berlaku_umum_global_pelajaran_ilmu_ppkn_pmp_indonesia&gt; diakses pada tanggal 3 Mei 2009.

Wiratraman, R. Herlambang Perdana. Sejarah, Konteks dan Perkembangan Konsep Hak-hak Asasi Manusia (Bagian I). <http://herlambangperdana.files.wordpress.com/2008/06/herlambang-sejarah-dan-perkembangan-ham.pdf&gt; diakses pada tanggal 3 Mei 2009.

http://www.hrw.org. Diakses pada tanggal 3 Mei 2009.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s