Konflik Darfur: Kolonialisme Baru yang Terselubung

Posted: October 27, 2012 in International Relations
Tags: , , , ,

Darfur adalah suatu wilayah di sebelah barat Republik Sudan, yang luasnya kurang lebih sama dengan luas negara Prancis. Dalam bahasa Arab, Darfur berarti Land of the Fur atau rumah bangsa Fur. Darfur berbatasan langsung dengan Libya, Chad, dan Republik Afrika Tengah. Topografi Darfur terdiri dari padang pasir, savana, dan pegunungan. Darfur dibagi menjadi tiga negara bagian di Sudan, yaitu Gharb Darfur (Darfur Barat), Janub Darfur (Darfur Selatan), dan Shamal Darfur (Darfur Utara).

Konflik Darfur merupakan konflik yang terjadi antara kelompok Janjaweed, sebuah militer yang direkrut dari suku-suku Arab lokal, dengan suku-suku non-Arab di wilayah tersebut. Konflik yang terjadi sejak Februari 2003 ini telah mengakibatkan 180.000 – 300.000 korban tewas dan 2,5 juta penduduk terpaksa meninggalkan rumahnya untuk mengungsi. PBB bahkan menyebutnya pemberontakan kelompok bersenjata yang terjadi di Darfur ini sebagai tragedi kemanusiaan terparah di dunia.

Konflik ini bermula ketika pemberontak menyerang target-target pemerintahan Sudan karena merasa wilayah mereka terabaikan. Kelompok pemberontak tersebut yaitu the Sudan Liberation Army (SLA) dan the Justice and Equality Movement (JEM). Konflik dipicu oleh keinginan kabilah-kabilah Arab di Darfur untuk mengusir kabilah yang berasal dari ras Afrika yang ada di sana. Keinginan ini kemudian diikuti dengan pembentukan milisi Janjaweed oleh kabilah Arab.

Berbeda dengan perang sipil yang pernah terjadi di Sudan antara kelompok Islam di Utara dan kelompok Kristen di Selatan, semua pihak yang terlibat dalam konflik Darfur adalah muslim. Isu yang sering disampaikan melalui media adalah bahwa konflik ini berkaitan dengan konflik etnis antara Arab dan Afrika. Menurut Deputi Menlu Sudan, Muhammad Najib El-Khoir, hal ini cukup mengherankan karena penduduk Darfur mayoritas beragama Islam dan tidak bisa dibedakan lagi mana yang Arab dan mana yang Afrika (Kompas, 5 Agustus 2004).

Keanehan yang ada pada konflik Darfur tersebut memperlihatkan bahwa berita-berita yang diinformasikan oleh media hanya berupa propaganda saja. Pemimpin Libya yang baru terpilih menjadi Presiden Uni Afrika, Muammar Gaddafi, mengatakan bahwa kekuatan asing lah yang berada di balik konflik Darfur. Kekuatan asing yang dimaksud adalah Amerika Serikat, Inggris dan terutama Israel.

Darfur merupakan kawasan yang kaya akan sumber minyak, uranium, dan gas. Hal inilah yang menyebabkan Amerika Serikat dan Inggris bersikap sangat keras terhadap Sudan. Seperti diungkapkan Deputi Menlu Sudan, awalnya Amerika Serikat lah yang menemukan sumber minyak di Sudan. Namun kemudian pemerintah Sudan mengalihkan kerjasama di bidang perminyakan dan pertambangan kepada negara-negara Asia seperti Cina dan Malaysia. Jadi konflik yang terjadi di Darfur sebenarnya dipicu karena persaingan antara Amerika Serikat, Eropa, dan Cina untuk memperebutkan minyak Darfur.

Mahkamah Internasional (ICC) berencana untuk menangkap Presiden Omar Al-Bashir atas tuduhan kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Darfur. Rencana ini disinyalir sebagai konspirasi negara-negara Barat yang dimotori oleh Amerika Serikat untuk memecah belah Sudan. Sudan adalah negara yang terluas di benua Afrika dan merupakan kawasan tersubur di negara Arab. Sudan juga berada di posisi strategis lalu lintas perairan Laut Merah. Sudan juga merupakan penguasa sungai Nil kedua setelah Mesir. Jadi terpecahnya Sudan dapat memberikan ancaman keamanan bagi Mesir. Jika melihat potensi-potensi Sudan tersebut, maka tidak salah Amerika Serikat sangat ingin menguasai Sudan.

Kekuatan asing yang dianggap juga berada di balik konflik Darfur adalah Israel. Gaddafi menyatakan secara terang-terangan bahwa Israel berada di balik perang saudara dan krisis kemanusiaan yang terjadi di Darfur. Buktinya adalah bahwa pemberontak Darfur memiliki kantor di Tel Aviv, Israel. Menteri Pertahanan Sudan, Abdul Rahim Muhammad Hussein, mengatakan kepada surat kabar Arab Saudi bahwa 24 organisasi Yahudi menyulut konflik di Darfur. Organisasi-organisasi tersebut memberikan dukungan politik dan materi melalui kontrol mereka atas media massa di Amerika Serikat dan Inggris. Intinya, kelompok Yahudi menggunakan segala upaya untuk memperkeruh konflik. Menteri Dalam Negeri Sudan, Zubair Bashir Taha, mengatakan bahwa pemerintah Israel mendorong orang-orang Sudan untuk mengungsi ke Israel. Oleh karena itu, terdapat pengungsi yang mencari perlindungan ke Israel.

Opini

Konflik yang terjadi di Darfur bisa jadi memang disebabkan karena konflik etnis antara Arab dan Afrika. Namun, kita juga harus memahami bahwa pandangan geopolitik dan geostrategi terhadap kawasan Sudan memperlihatkan bahwa Sudan memang memiliki posisi strategis dan kekayaan alam yang mampu menarik perhatian negara-negara lain untuk terlibat di dalamnya.

Organisasi regional Afrika yaitu Uni Afrika sepertinya akan memainkan peran yang cukup signifikan dalam penyelesaian konflik Darfur. Hal ini terlihat dari pernyataan Muammar Gaddafi sebagai pemimpin Uni Afrika yang sangat mendukung pemerintah Sudan dan mendorong negara-negara Afrika yang lain untuk memahami akar masalah sebenarnya yang menyebabkan terjadinya konflik. Penyelesaian konflik Darfur membutuhkan kebulatan suara dan dukungan dari seluruh negara-negara Afrika untuk menentang adanya kolonialisme baru yang terselubung oleh negara-negara yang berkepentingan.

Referensi

Alex de Waal, D. Phil. Darfur. < http://encarta.msn.com/encyclopedia_701843542/Darfur.html >. Diakses tanggal 26 April 2009.

Gaddafi: Israel di Balik Konflik Darfur. <http://www.eramuslim.com/berita/dunia/gaddafi-israel-dibalik-konflik-darfur.htm&gt;. Diakses tanggal 26 April 2009.

Menteri Pertahanan (Menhan) Sudan mengatakan, 24 organisasi Yahudi telah ikut menyulut konflik di wilayah Darfur. <http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8806:ada-keterlibatan-yahudi-di-belakang-konflik-darfur&catid=67:internasional&Itemid=55&gt;. Diakses tanggal 26 April 2009.

Redaksi. Minyak dan Konspirasi Memecah Sudan di Balik Konflik di Darfur. <http://swaramuslim.net/berita/more.php?id=A5543_0_12_0_M&gt;. Diakses tanggal 26 April 2009.

Umarulfaruq Abubakar. Sudan: Geliat Konflik Berkepanjangan. <http://www.sinaimesir.com/cetak.php?id=184&gt;. Diakses tanggal 26 April 2009.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s