Regionalisme Amerika Utara: NAFTA

Posted: October 27, 2012 in International Relations
Tags: , ,

NAFTA (North American Free Trade Agreement) merupakan kerjasama perdagangan bebas di Amerika Utara yang bertujuan untuk memudahkan negara anggota dalam bidang ekonomi mulai dari pembebasan tarif dan hambatan perdagangan dan produksi barang tertentu hingga adanya perlakuan adil terhadap penanam modal asing yang akan menanamkan modalnya di masing-masing negara-negara anggota (Krimawati, ?). Anggotanya adalah Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. NAFTA merupakan area perdagangan bebas terbesar kedua setelah Eropa (Vogel, 2009).

Sejarah Pembentukan

Amerika Serikat dan Kanada telah mengadakan kerjasama perdagangan bebas sejak 1988. Kerjasama ekonomi tersebut sebatas kerjasama bilateral yang bertujuan untuk memperbaiki kondisi perekonomian Kanada yang semakin memburuk karena meningkatnya pengangguran dan banyaknya perusahaan-perusahaan Kanada yang memindahkan investasinya ke Amerika Serikat. Kerjasama ini dianggap sebagai embrio dari NAFTA.

NAFTA didirikan pada tahun 1989 di Washington DC melalui perjanjian perdagangan antara Kanada dan Amerika Serikat yang dihadiri oleh perwakilannya masing-masing. Perjanjian ini menghasilkan kesepakatan untuk mengeliminasi atau mengurangi tarif-tarif di antara kedua negara. Pada Desember 1992, NAFTA ditandatangani oleh presiden dari tiga negara, yaitu Brian Mulroney (Kanada), Carlos Salinas de Gortari (Meksiko), dan George H. W. Bush (Amerika Serikat). Penandatanganan NAFTA harusnya diikuti dengan ratifikasi dari lembaga legislatif ketiga negara. Namun lembaga legislatif Amerika Serikat ternyata mengkhawatirkan masalah lingkungan dan buruh. Oleh karena itu, ditambahkan dua perjanjian yang masing-masing ditujukan untuk isu buruh dan isu lingkungan. NAFTA baru mulai diimplementasikan pada tanggal 1 Januari 1994 (www.fas.usda.gov, 2009).

NAFTA bagi Amerika Serikat

Kanada dan Meksiko adalah pasar ekspor kedua dan ketiga terbesar bagi Amerika Serikat. Terhitung tahun 1992-1998, nilai ekspor sektor pertanian Amerika Serikat meningkat sebesar 26%, sedangkan terhitung tahun 1997-1998, ekspor makanan dan pangan Amerika Serikat ke Meksiko meningkat dari 881 juta Dolar menjadi 5,9 milyar Dolar. Ini merupakan level terbesar selama 5 tahun dalam NAFTA. Meksiko sendiri merupakan target utama ekspor pangan Amerika Serikat, dan Amerika Serikat telah menjadi suplai 75% impor pangan Meksiko. Sedangkan Kanada telah menjadi pasar yang stabil bagi perdagangan pangan Amerika Serikat dengan bertambahnya ekspor pangan sebesar 10% setiap tahun sejak tahun 1990 hingga tahun 1998. Pangan yang dimaksud adalah buah-buahan, sayuran segar, makanan ringan, dan konsumsi makanan lainnya.

NAFTA bagi Kanada dan Meksiko

Kanada dan Meksiko membutuhkan Amerika Serikat sebagai pemberi dana dan bantuan ekonomi kedua negara yang sedang memburuk. Bagi Kanada dan Meksiko, NAFTA adalah arena kompetisi antaranggota. Meksiko terutama, yang paling terlihat sangat ketergantungan terhadap Amerika Serikat dalam sektor ekonomi.

Opini

NAFTA bisa dikatakan sebagai salah satu bentuk regionalisme yang paling sederhana yaitu berupa free trade area. Hubungan antara negara anggota sebatas pada hubungan perdagangan bebas di mana masing-masing anggota mendapatkan keuntungan. Kepentingan ketiga negara anggota dalam NAFTA tentu saja tidak hanya pada bidang ekonomi saja. Negara-negara tersebut juga memiliki kepentingan politik, seperti Meksiko dan Kanada yang membutuhkan Amerika Serikat untuk menaikkan bargaining position-nya dalam mendapatkan bantuan ekonomi. NAFTA sendiri didirikan dengan maksud untuk mengimbangi kekuatan baru Uni Eropa.

Pertanyaan yang selanjutnya muncul adalah apakah keberadaan NAFTA saat ini masih memberikan manfaat bagi ketiga negara anggotanya? Bukankah Amerika Serikat sangat terlihat sebagai “tulang punggung” keberlangsungan NAFTA? Dan bukankah Kanada dan Meksiko menjadi sangat tergantung dengan Amerika Serikat? Dan apakah NAFTA akan berkembang menjadi regionalisme dengan tingkatan yang lebih tinggi? Yang jelas, NAFTA masih ada dan hidup hingga sekarang. Walaupun kerugian yang didapatkan tidak sedikit, namun sepertinya keuntungan yang didapatkan oleh ketiga negara cukup membuat NAFTA bertahan hingga saat ini. NAFTA juga memiliki potensi besar untuk mengembangkan bentuk kerjasamanya karena terlihat selama beberapa tahun berdiri, negara-negara NAFTA mengalami perkembangan yang cukup signifikan.

Referensi

Krimawati, Wawat. (?) NAFTA: North America Free Trade Agreement. [Diakses 18 Mei 2009] <http://members.fortunecity.com/oeza1/nafta.doc&gt;

Vogel, David. (2009) North American Free Trade Agreement. [Diakses 18 Mei 2009] <www.encarta.msn.com>

2009. North American Free Trade Agreement (NAFTA). United States Department of Agriculture, Foreign Agricultural Service. [Diakses 8 Juni 2009] <http://www.fas.usda.gov/itp/Policy/nafta/nafta.asp&gt;

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s